Cart

You have no items in your shopping cart.

Generasi Milenials dan Karakteristiknya

Posted in News Accessories By Admin Ekselen 0 Comments  July 15, 2021 5:31:12 PM WIB
about ekselen 1

Seperti yang sudah kita ketahui, generasi say ini dibedakan menjadi beberapa istilah. Diantaranya adalah Baby Boomer, Gen X, Gen Y (Millenial) dan Gen Z. Walau sudah sering digunakan, namun mungkin kami masih belum mengerti kenapa perbedaan penyebutan generasi itu digunakan? Dan apa yang membedakan satu generasi dengan generasi lainnya.

Istilah penamaan generasi didasari oleh teori sosial yang disebut Kohor Generasi. Dalam ilmu sosial, kohor berarti kelompok orang yang memiliki karakteristik atau pengalaman yang sama dalam periode tertentu seperti waktu kelahiran, masa sekolah, situasi sosial pada waktu tertentu dan lain sebagainya. Banyak yang salah kaprah kalau pelabelan nama generasi hanya dilihat berdasarkan rentang usia mereka, padahal yang seharusnya dilihat adalah rentang tahun kelahiran untuk menentukan kelompok generasi mana yang sesuai dengan dirinya. Misalnya banyak yang memakai istilah anak muda yang masih sekolah atau kuliah adalah generasi millennial, padahal sejatinya generasi millennial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 sampai fase awal 1990an yang saat ini sudah memasuki usia kerja. Sedangkan untuk generasi yang saat ini berada di tingkat sekolah dan kuliah dikategorikan sebagai generasi Gen Z yang lahir antara tahun 1995 sampai 2015.

Generasi millennial yang kadang juga disebut sebagai Gen Y / Generasi Y adalah generasi yang lahir dan tumbuh di tengah perubahan yang pesat. Mulai dari perubahan teknologi, kultur dan budaya hingga kondisi politik di berbagai negara. Hal ini menjadikan generasi millennial memiliki pola pikir dan perilaku yang sangat berbeda dengan pendahulunya yaitu Gen X. Lalu apa keunikan dari generasi millennial yang paling sering dibahas di ruang diskusi saat ini? Yuk kita simak tentang hal ini.

1. Suka mencoba hal baru. Dikarenakan lahir dan tumbuh di era perubahan, generasi ini dituding menjadi generasi yang tidak takut akan kegagalan. Bagi mereka gagal saat mencoba lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. Hal ini mempengaruhi Sebagian besar gaya hidup generasi ini yang menjadikan mereka terkesan suka coba-coba dan tidak konsisten.

2. Technological savvi. Tumbuh pada masa perkembagan teknologi yang pesat menjadikan hubungan antara generasi ini dan teknologi tidak dapat dipisahkan. Milenial tumbuh dengan memiliki identitas pada Facebook, Instagram, Twitter, dan media sosial lainnya. Laptop, ponsel dan internet tidak dapat dipisahkan dari mereka. Menurut NCF (2013), sekitar 75% milenial adalah technological savvy (ahli dalam teknologi). Masih riset dari NCF, 80% milenial bahkan tidur dengan ponsel di samping tempat tidurnya.

Riset tersebut menegaskan fakta bahwa relasi yang terbentuk antara millenial dan teknologi telah menggantikan bentuk-bentuk relasi milenial yang lain. Misalnya, relasi millennial dengan buku, dll.

3. Suka dengan yang seba cepat dan instan. Sekali lagi, dikarenakan perkembangan teknologi yang bersama tumbuh dengan generasi ini, hal ini mempengaruhi millennial untuk terbiasa mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan dengan cepat dan instan. Hal ini berdampak pada mobilitas generasi ini dinilai cukup tinggi karena kebutuhan yang dibutuhkan juga dapat terpenuhi dalam waktu singkat.

4.Memilih pengalaman daripada asset.Ciri ini menggambarkan bahwa generasi millennial yang tidak takut akan kegagalan memang lebih mementingkan pengalaman dari setiap Langkah yang mereka ambil dibandingkan dengan keuntungan materiil yang bisa mereka dapatkan. Hal ini menjadikan generasi ini terkesan tidak terlalu mementingkan gaji di awal mereka memulai pekerjaan karena bagi mereka pengalaman lebih berharga.

5. Memiliki daya saing yang tinggi.Generasi ini sangat menyukai belajar dan tantangan, bahkan tidak sedikit dari generasi ini yang meninggalkan kegiatan yang sudah dilakukan bertahun-tahun karena merasa sudah tidak ada tantangan dalam kegiatan tersebut. Hal ini menjadikan persaingan antar pribadi dan kelompok di lingkungan yang diisi generasi millennial menjadi sangat hidup dan tidak monoton.

6. Kritis, artinya dengan banyaknya akses informasi yang didapatkan dari perkembangan teknologi saat ini, menjadikan generasi millennial sebagai generasi kritis akan segala hal yang terjadi.

7. Mementingkan perkembangan diri. Karakteristik suka bersaing dan mencoba hal baru menuntut generasi millennial untuk terus melakukan pengembangan atas kemampuan dan personality nya. Hasil Penelitian Aalto University School Of Business menyebutkan, generasi millennial menganggap perkembangan diri secara personal dan professional merupakan hal yang lebih penting dalam pekerjaan.

8. Suka berbagi, artinya Walaupun tumbuh di era perubahan teknologi, generasi millennial ternyata tetap menjadi generasi sosial yang sangat menyukai kegiatan berkumpul, bersosialisasi dan berbagi. Karena bagi generasi ini bertukar informasi adalah asset yang penting.

Write Comment




* Required Fields