Cart

You have no items in your shopping cart.

Bonus Demografi dan Dampaknya

Posted in News Accessories By Admin Ekselen 0 Comments  July 15, 2021 5:31:12 PM WIB
about ekselen 1

Pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Selain memberikan keuntungan dan kesempatan bagi negara berkembang untuk menjadi negara maju dan juga jumlah usia tidak produktif akan ditanggung oleh usia produktif, namun ternyata bonus demografi juga bisa menjadi bahaya dan ancaman bagi sebuah negara jika tidak dipersiapkan dengan baik.

Hasil Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sejumlah fakta yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, anggota legislatif, dan masyarakat. Namun, pandemi Covid-19 menenggelamkan pengumuman BPS tentang hasil SP 2020. Meski mengungkapkan banyak informasi baru, bahkan sejumlah fakta yang menebar ancaman, media massa lebih tertarik memberitakan penularan pandemi yang hingga kini belum mencapai puncak. Sudah genap setahun negeri ini didera pandemi dan hidup dalam mobilitas penduduk yang terbatas. Indonesia kini masih berada di jurang resesi ekonomi.

Lonjakan penduduk usia produktif merupakan tantangan terberat yang dihadapi bangsa ini. Jika dalam dua dekade ke depan, Indonesia gagal memanfaatkan bonus demografi untuk memacu laju pertumbuhan, ekonomi Indonesia akan berjalan di tempat, bahkan terjebak middle income trap. Pendapatan per kapita sulit didongkrak dan bangsa ini gagal naik ke kategori high income country. Sebaliknya, negeri ini bisa jadi justru mengalami kemunduran.

Dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang nantinya akan menentukan tingkat keberhasilan negara dalam memanfaatkan peluang bonus demografi ini. Jika tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, maka sudah dapat dipastikan saat memasuki bonus demografi jumlah pengangguran akan semakin meningkat dan tidak dapat terkendali.

Agar penduduk usia produktif benar-benar menjadi bonus demografi dan modal bagi kebangkitan ekonomi, kaum milenial dan generasi Z, mereka yang berusia 8-23, harus memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai. Lapangan kerja harus cukup tersedia. Tanpa memiliki pendidikan dan keterampilan yang yang baik, penduduk usaha produktif akan menjadi generasi tidak produktif. Pengangguran akan mengubah bonus demografi menjadi bencana demografi.

Write Comment




* Required Fields